PENDIDIKAN PERWIRA DAN GLOBALISASI

Thema :  Penyelenggaraan Kegiatan Operasional Pendidikan dan Belajar  Mengajar Pendidikan Perwira

Oleh

(Dansatdikpa)

Herfin Kartika Aji

Mayor Czi NRP 11960052741074

Satuan Pendidikan Perwira

Pusdikzi Kodiklat TNI AD

2010

 

KATA PENGANTAR         

            Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.

Tim penulis menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, tim penulis telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, tim penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.

Akhirnya tim penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca.

Bogor,   Juni 2011

                                                                              Penulis

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Sejalan dengan era informasi dalam dunia global ini, pendidikan merupakan sarana yang sangat strategis dalam melestarikan sistem nilai yang berkembang dalam kehidupan. Kondisi tersebut tidak dapat dielakkan bahwa dalam proses pendidikan perwira tidak hanya pengetahuan dan pemahaman peserta didik yang perlu dibentuk namun sikap, perilaku dan kepribadian peserta didik perlu mendapat perhatian yang serius, mengingat perkembangan komunikasi, informasi dan kehadiran media cetak maupun elektronik tidak selalu membawa pengaruh positif bagi peserta didik. Tugas pendidik dalam konteks ini membantu mengkondisikan pesera didik pada sikap, perilaku atau kepribadian yang benar, agar mampu menjadi  agents of modernization  bagi dirinya sendiri, lingkungannya, masyarakat dan siapa saja yang dijumpai tanpa harus membedakan suku, agama, ras dan golongan.

Pendidikan diarahkan pada upaya memanusiakan manusia, atau membantu proses hominisasi  dan humanisasi, maksudnya pelaksanaan dan proses pendidikan harus mampu membantu peserta didik agar menjadi manusia yang berbudaya tinggi dan bernilai tinggi (bermoral, berwatak, bertanggungjawab dan bersosialitas). Para peserta didik khususnya pendidikan perwira, perlu dibantu untuk hidup berdasarkan pada nilai moral yang benar, mempunyai watak yang baik dan bertanggungjawab terhadap aktifitas-aktifitas yang dilakukan. Dalam konteks inilah pendidikan budi pekerti sangat diperlukan dalam kehidupan peserta didik di era globalisasi ini. Untuk mewujudkan capaian tersebut, implementasi pendidikan harus didasarkan pada fondasi pendidikan yang  memiliki  prinsip learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together. Seiring dengan perkembangan global pergeseran orientasi pendidikan dalam mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang unggul harus dilakukan dengan mendasarkan pada sistem nilai yang dimiliki.

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENDIDIKAN

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991:232), pendidikan berasal dari kata “didik”, lalu diberikan awalan kata “me” sehinggan menjadi “mendidik” yang artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntutan dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pemikiran.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Perwira adalah merupakan pangkat di kemiliteran diatas bintara yaitu letnan sampai Jenderal, Perwira itu  pemimpin dan seorang manajer, yang mempunyai pola pikir dan wawasan yang luas.

B.    GLOBALISASI

Definisi Globalisasi

Menurut asal katanya, kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya.

Hal yg mendorong derasnya arus globalisasi adalah kemajuan dlm bidang

1.Teknologi informasi, Perkembangan pesat teknologi informasi melalui penggunaan komputer, satelit dan internet memungkinkan orang mengakses informasi yang dibutuhkan secara cepat.

2.  Teknologi Komunikasi, Murahnya harga hp ( telp seluler ), kartu perdana dan       layanan pesanan singkat (sms) memungkinkan komunikasi antar orang tidak terganggu jauhnya jarak.

3.Transportasi, Kemajuan transportasi baik darat, laut maupun udara menyebabkan pergerakan ( mobilitas ) manusia dari satu negara ke negara lain semakin cepat. Arus globalisasi tidak mungkin bisa dibendung karena berkaitan dengan perkembangan teknologi informasi, komunikasi dan transportasi.

C.      HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN GLOBALISASI

Anggapan terhadap Globalisasi

Globalisasi akan membuat dunia seragam sehingga menghilangkan jati diri bangsa, kebudayaan lokal dan identitas suatu daerah, karena arus budaya yang lebih besar yang merupakan budaya dan identitas global. Anggapan ini tidak semuanya benar karena terdapat arus globalisasi yang baik dan membawa kemajuan bagi manusia/ masyarakat.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai dengan semakin kencangnya arus globalisasi dunia membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Banyak sekolah dan pusdik-pusdik di indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini mulai melakukan globalisasi dalam sistem pendidikan internal sekolah/pusdik. Hal ini terlihat pada sekolah -sekolah yang dikenal dengan billingual school, dengan diterapkannya bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Mandarin sebagai mata ajar wajib sekolah. Selain itu berbagai jenjang pendidikan mulai dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang membuka program kelas internasional. Globalisasi pendidikan dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasar akan tenaga kerja berkualitas yang semakin ketat. Dengan globalisasi pendidikan diharapkan SDM TNI  dapat bersaing di luar negeri. Apalagi dengan akan diterapkannya perdagangan bebas, misalnya dalam lingkup negara-negara ASEAN, mau tidak mau dunia pendidikan di Indonesia harus menghasilkan lulusan yang siap pakai agar tidak menjadi “pecundang” di negeri sendiri.

Dampak Positif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan

  1. Pengajaran Interaktif Multimedia

Kemajuan teknologi akibat pesatnya arus globalisasi, merubah pola pengajaran pada dunia pendidikan. Pengajaran yang bersifat klasikal berubah menjadi pengajaran yang berbasis teknologi baru seperti internet dan computer.
Apabila dulu, guru militer menulis dengan sebatang kapur, sesekali membuat gambar sederhana atau menggunakan suara-suara dan sarana sederhana lainnya untuk mengkomunikasikan pengetahuan dan informasi. Sekarang sudah ada computer. Sehingga tulisan, film, suara, music, gambar hidup, dapat digabungkan menjadi suatu proses komunikasi.

  1. Perubahan Corak Pendidikan

Mulai longgarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh negara. Tuntutan untuk berkompetisi dan tekanan institusi global, seperti IMF dan World Bank, mau atau tidak, membuat dunia politik dan pembuat kebijakan harus berkompromi untuk melakukan perubahan. Lahirnya UUD 1945 yang telah diamandemen, UU Sisdiknas, dan PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) setidaknya telah membawa perubahan paradigma pendidikan dari corak sentralistis menjadi desentralistis.

  1. Kemudahan Dalam Mengakses Informasi

Dalam dunia pendidikan, teknologi hasil dari melambungnya globalisasi seperti internet dapat membantu siswa untuk mengakses
berbagai informasi dan ilmu pengetahuan serta sharing riset antarsiswa
terutama dengan mereka yang berjuauhan tempat tinggalnya.

  1. Pembelajaran Berorientasikan Kepada Siswa

Dulu, kurikulum terutama didasarkan pada tingkat kemajuan sang guru. Tetapi sekarang siswa perwira berhak mengungkapkan ide-idenya melalui presentasi. Disamping itu, siswa tidak hanya bisa menghafal tetapi juga mampu menemukan konsep-konsep, dan fakta sendiri.

Dampak Negatif Globalisasi Terhadap Dunia Pendidikan Indonesia

  1. Komersialisasi Pendidikan
  2. Bahaya Dunia Maya
  3. Ketergantungan

Mengatasi Dampak Globalisasi di Sektor Pendidikan

Sikap Masyarakat Pendidikan Indonesia Terhadap Globalisasi
Berdasarkan pembahasan pada sub bab sebelumnya, globalisasi merupakan sebuah keniscayaan. Selalu menampakkan dua wajah yang berbeda, yaitu globalisasi yang menampakkan wajah positif dan dampak negatif. Dampak positif dapat diterima untuk menambah daftar kekayaan dalam dunia pendidikan Indonesia. Sedangkan untuk dampak negative, Menolak dan menghindarinya sangatlah tidak mungkin dilakukan, yang bisa dilakukan adalah mengeliminasi dan mereduksi dampak negative tersebut. Untuk menghadapi dampak negatif globalisasi terhadap dunia pendidikan Indonesia, diperlukan sikap tegas dari masyarakat pendidikan itu sendiri, yaitu:

  1. Menjadikan Pancasila Sebagai Acuan.

Pancasila selain sebagai landasan ideologi bangsa Indonesia, juga berperan sebagai filter. Pengaruh-pengaruh dari luar Indonesia, disaring. Kemudian dikalasifikasikan kedalam dua golongan :

    • Golongan yang sesuai dengan watak dan kepribadian bangsa Indonesia. Golongan pertama ini merupakan golongan yang diterima dan dikembangkan, agar benar-benar sesuai dengan watak dan kepribadian bangsa Indonesia.
    • Golongan yang tidak sesuai dengan watak dan kepribadian bangsa Indonesia. Sehingga perlu ditindak lanjuti untuk mengurangi bahayanya bagi bangsa Indonesia.
  1. Menjadikan Pelajaran-Pelajaran Moral sebagai Pelajaran Wajib dalam Pembinaan Pengasuhan yaitu Pelajaran-pelajaran yang menjurus pada pembekalan moral dan perbaikan akhlak (seperti pendidikan agama, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan) hendaklah dijadikan pelajaran wajib dalam penyusunan kurikulum.

Sehingga siswa tidak hanya dituntut pandai dalam keilmuan atau spesialisasi dalam bidang-bidang tertentu tetapi juga memiliki moral dan akhlak yang baik yang tercermin pada setiap tingkah laku maupun ucapannya.

Sekolah Atau Pusdik telah menyediakan serangkaian materi untuk mendidik seorang perwira hingga mempunyai kemampuan termasuk perkembangan dirinya. Namun, tanggung jawab pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah/pusdik. Kunci menuju pendidikan yang baik adalah keterlibatan user yaitu satuan pengguna ( sifat pendidikannya Kursus)  yang penuh perhatian di tengah-tengah arus globalisasi. Jika Atasan Satuan pengguna terlibat langsung dalam pendidikan siswa di lembaga pendidikan, maka prestasi siswa tersebut akan meningkat. Setiap siswa yang berprestasi dan berhasil menamatkan pendidikan dengan hasil baik selalu memiliki Atasan/pimpinan user yang selalu bersikap mendukung. Apa yang dapat dilakukan oleh Atasan satuan pengguna bagi anak buahnya setelah mereka memasuki pendidikan di sekolah/pendidikan? Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan oleh Atasan/Satuan Pengguna  agar siswa dapat menyeimbangkan pendidikan yang baik:

Dukungan Atasan/Dukungan Satuan Pengguna

  1. Kerja Sama dengan Gumil/Gadik
  2. Sediakan waktu untuk siswa
  3. Awasi kegiatan belajar di barak/mess
  4. Ajari tanggung jawab
  5. Disiplin
  6. Kesehatan
  7. Jadi teman terbaik.

BAB III

KESIMPULAN

Globalisasi merupakan suatu proses. Tidak terjadi secara spontan. Globalisasi ditandai dengan kaburnya batas geografis antar Negara. Dunia menjadi seperti sebuah kompleks perumahan. Sehingga informasi sekecil apapun dapat tersebar dengan segera. Geliat globalisasi tak hanya terlihat dalam dunia ekonomi, teknologi, komunikasi, transportasi serta politik Indonesia , tetapi juga mulai masuk dalam dunia pendidikan Indonesia khususnya pendidikan militer tingkat perwira.

Untuk mengatasi dampak-dampak negatif dalam pendidikan diperlukan sikap tegas yaitu dengan menjadikan pancasila sebagai filter yang mampu menyaring setiap pengaruh dari luar yang masuk ke Indonesia serta memberikan bekal moral terhadap siswa-siswa agar tak hanya pandai dalam suatu bidang keilmuan tetapi juga berakhlak.

Penulis

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Hubungan antara PHKS dan Pengambilan Keputusan

Hasanul Arifin Siregar

Siswa Diklapa II Tahun 2011 Nosis 111041

          Prosedur hubungan komando dan staf (PHKS) dan pengambilan keputusan merupakan proses pengambilan keputusan dan penentuan cara bertindak terhadap satu atau lebih permasalahan melalui tahapan yang ditentukan berdasarkan permasalahan dan penentuan keputusan sesuai dengan yang diinginkan,  untuk mengetahui lebih lanjut tentang hubungan antara PHKS dengan pengambilan keputusan, maka perlu diketahui berbagai pengertian tentang pengambilan keputusan dan PHKS itu sendiri, berdasarkan pendapat dari berbagai sumber, diperoleh pengertian pengambilan keputusan, antara lain menurut ¹ George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada. Kemudian, menurut Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat. Selanjutnya, menurut James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah.

Pengambilan keputusan sebagai kelanjutan dari cara pemecahan masalah memiliki fungsi sebagai pangkal atau permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah secara individual dan secara kelompok baik secara institusional maupun secara organisasional. Di samping itu, fungsi pengambilan keputusan merupakan sesuatu yang bersifat futuristik, artinya bersangkut paut dengan hari depan, masa yang akan datang, dimana efek atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.

Terkait dengan fungsi tersebut, maka tujuan pengambilan keputusan dapat dibedakan: (1) tujuan yang bersifat tunggal. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat tunggal terjadi apabila keputusan yang dihasilkan hanya menyangkut satu masalah, artinya bahwa sekali diputuskan, tidak ada kaitannya dengan masalah lain dan (2) tujuan yang bersifat ganda. Tujuan pengambilan keputusan yang bersifat ganda terjadi apabila keputusan yang dihasilkan menyangkut lebih dari satu masalah, artinya keputusan yang diambil itu sekaligus memecahkan dua (atau lebih) masalah yang bersifat kontradiktif atau yang bersifat tidak kontradiktif.

Agar pengambilan keputusan dapat lebih terarah, maka perlu diketahui unsur atau komponen pengambilan keputusan. Unsur pengambilan keputusan itu adalah: (1) tujuan dari pengambilan keputusan; (2) identifikasi alternatif keputusan yang memecahkan masalah; (3) perhitungan tentang faktor-faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya atau di luar jangkauan manusia; dan (4) sarana dan perlengkapan untuk mengevaluasi atau mengukur hasil dari suatu pengambilan keputusan.

Sekarang, mari kita pahami tentang PHKS, yaitu pengaturan hubungan atau mekanisme kerja antara komandan dan Staf dalam suatu prosedur agar dapat dicapai suatu kerja sama yang tertib dan teratur. Mekanisme hubungan kerja antara Komandan dan Staf, ini lah yang  disebut dengan Prosedur Hubungan Komandan dan Staf. Beberapa langkah pada PHKS antara lain : Langkah ke 1 pengumpulan keterangan, Langkah ke 2 Menganalisa Tugas, Langkah ke 3-a Membuat konsep perencanaan, Langkah 3-b Menyampaikan Juk Can, Langkah ke 4 Membuat Perkiraan Keadaan, Langkah ke 5 Penyampaian Saran Staf, Langkah ke 6 Mengambil Keputusan, Langkah ke 7 Menyampaikan Konsep Umum Operasi, Langkah ke 8 membuat Perintah/Rencana Operasi, Langkah ke 9 Persetujuan/ACC Komandan, Langkah ke 10 Pengeluaran Perintah/Rencana Operasi, Langkah ke 11 Pengawasan

Agar lebih jelas dan dapat dipahami kita perhatikan diagram berikut:

Visualisasi Urutan Tindakan Pengambilan Keputusan

MDMP (MILITARY DESICION MAKING PROSES) Adalah proses pengambilan keputusan militer

Beberapa hubungan yang dapat diambil dari diagram di atas sebagai berikut:

NO

MDMP

PHKS

BILTUS

1.

 

 

 

 

2.

 

3.

 

 

4

 

5.

 

6.

 

7.

 

 

 

8

RECEIPT OF ORDER

 

 

 

MISSION ANALISIS

 

COA DEVELOPMENT

 

COA ANALISIS/

WARGAMING

COA COMPARISON

 

COA APROVAL

 

ORDER PRODUCTION

 

 

 

EXECUTION AND ASSESMENT

- Merupakan Tupok yang diperoleh dari Komando Atas

Melaksanakan Pulket baik dari Sat wah, Sat atas maupun Sat tetangga

Analisa Tugas Pokok,Jukcan,Staf menganalisa tugasnya

Berdasarkan Jukcan, Wadan/Kastaf memimpin staf mengembangkan CB,

Kirdan,Kirstaf sampai dengan saran staf hasil olah yudha

 

 

 

penentuan KEP/KUO

 

Pengeluaran PO

Sesuai dengan hasil penyampaian PO berdasarkan tahapan yg telah dilakukan sebelumnya

Pengawasan dilakukan oleh Komandan dan staf

-Berdasarkan identifikasi masalah

Melaksanakan Pul data, sesuai dengan permasalahan

Analisa Data

 

 

Pemilihan Alt terbaik berdasarkan proses analisa

 

 

 

Sesuai dengan analisa dan pemilihan Alt terbaik

 

Implementasi dan monitor hasil serta

 

 

evaluasi

Penulis

Hasanul Arifin Siregar

No. Siswa 111041

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

PEDOMAN PRAKTIS SERTIJAB LEVEL KOMPI

Serah terima jabatan (Sertijab)adalah suatu event penting yang akan berpengaruh bagaimana seseorang akan memimpin. Menerima tugas dan wewenang dalam sertijab sebagai Komandan Kompi/Tim atau perwira staff setingkat  dalam organisasi militer merupakan suatu hal yang pasti akan dialami oleh seluruh perwira.pertama.

Bagi seorang komandan atau pejabat baru, tindakan kita pada saat proses  mengambil alih tugas dan tanggung jawab dalam sertijab akan menarik  perhatian seluruh anggota dan juga para perwira senior kita.. Mereka  akan tertarik dengan gaya kepemimpinan kita, mereka akan mencari tahu  apa yang akan menjadi arah tujuan dan standar kita serta bagaimana  cara kita berusaha mencapainya. Mereka sangat ingin tahu perubahan-  perubahan apa yang akan kita lakukan, dan banyak lagi pertanyaan  tentang kita sebagaimana kita juga punya banyak pertanyaan tentang  mereka dan satuan itu.

Komandan baru untuk tingkat Kompi/Tim biasanya sudah cukup banyak mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan satuan yang akan dipimpin karena biasanya dipilih seorang perwira dari dalam satuan di battalion  atau detasemen itu sendiri. Waktu antara mulai mendapat surat perintah  jabatan sampai pelaksanaan sertijab merupakan kesempatan yang baik  untuk memulai proses ambil alih komando. Memanfaatkan kesempatan ini  secara bijaksana akan mempermudah proses transisi berjalan lebih baik. Tindakan-tindakan yang dilakukan sebelum sertijab     Meskipun setiap Komando satuan maupun bagian staf memiliki karakteristik     yang unik, ada beberapa hal umum yang seharusnya dapat dilakukan oleh     calon komandan baru menjelang sertijab.

Meskipun dalam bagian ini kita     akan membahas setiap tindakan  yang mungkin bisa dijadikan daftar checklist     sebagai pedoman, tetapi diharapkan setiap calon Danki/Dantim atau perwira     staf harus bisa menentukan yang mana yang harus lebih diprioritaskan dan     lebih di fokuskan.

1.    Kenali misi satuan

a.    Kapan penugasan-penugasan operasi satuan

b.    Apakah ada misi dalam keadaan khusus

2.    Kenali apa yang diharapkan dari satuan ini Apakah yang diharapkan dalam pembinaan harian di markas sering kali berbeda dengan yang diharapkan pada saat penugasan operasi

a.    Apa rencana jangka pendek dan jangka panjang dari satuan ini Rencana dari   komando atas

b.    Apa yang menjadi :

•    Tujuan satuan

•    Prioritas satuan

•    Rencana-rencana

•    Program

•    Anggaran

3.    Kenali siapa-siapa unsur pimpinan bawahan dan apa yang mereka harapkan dari kita

a.    Apa yang menjadi harapan mereka secara professional kepada kita

b.    Apa yang mejadi harapan mereka secara personal kepada kita

c.    Bagaimana mereka mamanfaatkan staf mereka

d.    Apakah ada rantai kepemimpinan informal

e.    Bagaimana kita bisa memanfaatkan pemimpin informal yang ada untuk mendukung kita

4.    Kenali orang-orang yang menjadi kunci diluar organisasi yang dapat     mendukung anda untuk mencapai misi satuan.

a.    Organisasi apa

b.    Bagaimana mereka bisa memberi kontribusi untuk mendukung tercapainya      misi atau tujuan satuan

c.    Dalam rangka apa saya mengunjngi mereka

d.    Apakah cukup dengan sekali kunjungan atau harus ada pendekatan yang lebih .

5.    Tentukan bagaimana misi satuan dapat sesuai dengan misi dari komando atas.

a.    Apa misi dari komando atas

b.    Apa yang mejadi tujuan, rencana-rencana dan sasarannya

c.    Bagaimana satuan kita bisa memberi kontribusi bagi tercapainya misi satuan atas.

d.    Bagaimana satuan kita memberi kontribusi bagi misi darurat dan bagaimana caranya

6.    Tetapkan  standar organisasi yang harus dicapai oleh satuan kita

a.    Pelajari bagaimana standar harwat,operasi dan latihan yang sudah berlaku.     b.    Bagaimana standar-satandar tersebut diukur

c.    Prosedur standar mana yang dikeluarkan oleh battalion/Detasemen

d.    Prosedur standar mana yang dikeluarkan oleh satuan yang lebih tinggi

e.    Apakah ada standar yang bersifat harga mati

f.    Apakah ada standar yang sudah berlaku tetapi tidak didukung dokumentasi     7.    Ketahui sumber daya satuan yang ada yang dapat membantu satuan itu mencapai target misi

a.    Bagaimana status anggota dalam satuan

b.    Bagaimana status peralatan dan perlengkapan satuan

c.    Apakah ada permasalahan umum tentang logistic satuan

d.    Bagaimana anggaran diawasi dan apakah ada permasalahan anggaran

e.    Bagaimana kondisi gedung dan fasilitas lain yang kta gunakan dan yang     menjadi tanggung jawab kita

8.    Pelajari siapa yang membeikan laporan langsung kepada kita. Apakah ada orang yang berada diluar struktur formal organisasi yang memberikan laporan-laporan kepada kita Kenapa

9.    Pelajari dokumen-dokumen satuan seperti sejarah satuan, Prosedur tetap, kebijaksanaan ,dll

10.    Berdiskusi dengan komandan kompi yang lama bila memungkinkan.

a.    Apa yang menjadi perhatian khusus,isu-isu,masalah atau mungkin ada     hal-hal yang sempat membuat  komandan lama merasa frustasi

b.    Apakah ada “skeleton in the closet” yang mungkin belum terlihat oleh     komandan baru

c.    Program atau kebijaksanaan apa yang telah dimulai oleh komandan lama     yang dia harapkan dapat melihat efeknya nanti

d.    Seandainya dia tetap menjabat sebagai komandan, apa yang ia harapkan     bisa berubah kenapa

e.    Hal terbaik apa yang terbaik yang pernah dilakukan satuan

f.    Hal apa yang sebenarnya menarik kesatuan secara bersama-sama

11.    Dengarkan indicator-indikator  dari reputasi satuan

a.    Bagaimana pandangan dari komando atas tentang satuan ini

b.    Bagaimana menurut pendapat anggota tentang satuan ini

c.    Apakah satuan ini pernah memenagkan kompetisi atau pertandingan

d.    Apakah ada kasus hokum pidana dan masalah narkoba atau indikasi kearah itu

12.    Bila mengambil alih komando, manfaatkan kesempatan pendataan inventaris  kantor dalam pergantian tanggung jawab kantor untuk memulai penilaian  terhadap satuan.

13.    Bila anda sudah selesai melaksanakan serah terima  tanggung jawab inventaris kantor dan siap memimpin satuan,Tanyakan pertanyaan berikut pada diri kita sendiri:

a.    Apakah komunikasi berjalan efektif dalam satuan itu

b.    Bagaimana Komandan bawahan berinteraksi dengan prajuritnya

c.    Apakah penampilan satuan menunjukkan standar yang tinggi

d.    Bagaimana kerjasama dalam satuan

e.    Apakah rencana jangka pendek dan jangka panjang dari komando atas Banyak pertanyaan kita tentang satuan akan terjawab satu persatu selama pergantian tanggung jawab inventaris kantor.

Bila kita mampu mendapatkan jawaban yang akurat dari pertanyaan-pertanyaan tersebut berarti kita telah membangun pemahaman dasar tentang satuan yang akan kita pimpin.Kita mungkin tidak akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut secara detail, jawaban itu akan terjawab pada waktunya.tetapi biarbagaimanapun kita telah menyelesaikan penilaian awal terhadap satuan,aturan kita dan pertanggung jawaban , dan akan bersiap- siap untuk melanjutkan proses sertijab bukan sebagai orang luar, melainkan sebagai seorang komandan.

Tindakan saat mulai menampilkan diri sebagai pemimpin satuan     Mengambil alih dan menampilkan diri menjadi pemimpin satuan bukanlah sesuatu     yang bisa dipaksakan dalam suatu organisasi. Hal ini merupakan suatu proses     yang melibatkan pemimpin , bawahan dan atasan. Mengambil alih kepemimpinan     suatu satuan sering kali digambarkan sebagai usaha untuk memenangkan kepercayaan,     rasa kepercayaan diri, respek baik dari atasan dan juga dari anggota.

Dengan surat perintah jabatan yang kita terima akan menjadikan kita sebagai     komandan yang berwenang, tetapi belum seutuhnya menjadikan kita menjadi seorang     pemimpin organisasi sampai kita bisa menunjukkan kemampuan kita dalam penguasaan     taktik,teknik,administrasi dan aspek-aspek kepemimpinan dari jabatan kita. Pada     bagian ini akan dibahas 7 langkah setelah kita menerima tugas dan tanggungjawab,     langkah langkah ini merupakan garis besar format yang dapat memudahkan kita unutk     mengembangkan daftar checklish pribadi kita masing-masing.

1.    Laksanakan pertemuan perdana dengan para pemimpin bawahan

a.    Perkenalkan diri dan latar belakang

b.    Ucapkan terima kasih kepada mereka atas bantuannya selama serah terima     jabatan     dan pertanggung jawaban inventaris.

c.    Jika kita sudah membangun suatu filosofi kepemimpinan pribadi kita,     sampaikan kepada mereka.

d.    Sampaikan tujuan jangka pendek dan jangka panjang serta prioritas kita     e.    Berikan mereka contoh penampilan standar yang kita harapkan.

f.    Tentukan dan jelaskan tentang konsep dan standar intregritas kita

g.    Berikan penekanan tentang komunikasi antar unsure pimpinan dan dengan     anggota

h.    Tanyakan bila ada pertanyaan dari mereka, dan tutuplah pertemuan dengan     sesuatu yang positif.

2.    Kunjungi setiap bagian dalam satuan

a.    Laksanakan kunjungan kesetiap bagian dalam satuan yang baru kita pimpin,     mulailah dari bagian staf kita sendiri, kemudian peleton dan regu.jadwalkan     rencana kunjungan, sampaikan kepada danton,danru bahwa anda akan berkunjung     kelingkungan mereka dan bertemu dengan para anggota,untuk kunjungan pertama     ini berikan mereka waktu untuk mempersiapkan diri.

b.    Berbicaralah dengan setiap prajurit,kenalilah mereka dan beri kesempatan     mereka untuk bertemu kita,tanyakan tugas dan jabatan mereka.

c.    Bersikaplah proesional dan tanyakan pertanyaan yang bermakna,seperti     pertanyaan “Kapan terkhir kendaraanmu diperbaiki ada kerusakan apa berapa lama     dalam perawatan ” lebih baik daripada sekedar bertanya “Bagaimana morilmu ”     Pertanyaan seperti itu sudah pasti akan dijawab anggota dengan “Siap,baik Dan”  d.    Persiapkan dulu diri kita sebelum melakukan kunjungan,bila ada masalah dalam     peleton itu yang kita belum yakin ,tanyakan.     Bila peleton itu sudah menunjukkan penampilan yang bagus selama ini,berikan     kata penghargan dan tantang mereka untuk mempertahankannya, begitu juga dengan     anggota yang berprestasi selama ini.

3.    Pastikan kita mengerti fungsi-fungsi yang menjadi tanggung jawab kita seperti Latihan,perawatan dan administrasi.

4.    Buatlah Laporan evaluasi sesuai yang berlaku dalam satuan.

a.    Jangan hanya mengopy laporan dari komandan sebelumnya.

b.    Bawalah laporan itu kepada Komandan Batalion dan diskusikan untuk meminta     petunjuk.

5.    Kenali level kompetensi,kemampuan dan kelemahan dari bawahan kita dengan  cara:

a.    Data-data dalam catatan sejarah satuan.

b.    Survey

c.    Interview

d.    Observasi

6.     Buatlah rencana untuk menilai satuan kita

a.    Fokuskan usaha penilaian kita,tentukan bagian-bagian yang mau kita nilai,dan     kenapa kita mau menilai bagian itu

b.    Buatlah rencana penilaian setiap bagian secara terpisah.

c.    Pantau penampilan setiap bagian dan diarsipkan.

d.    Bandingkan hasilnya dengan standar yang sudah ditetapkan.

e.    Laksanakan kaji ulang dan buatlah rencana untuk meningkatkan kemampuan. 7.    Kunjungilah personil kunci diluar organisasi yang dapat mendukung satuan kita.

a.    Perwira seksi Operasi,Logistik

b.    Batih battalion

c.    Dokter battalion,dll

Kesimpulan Informasi yang penulis sampaikan diatas diharapkan dapat menjadi dasar untuk  mengembangkan daftar checklist pribadi kita masing masing tentang hal-hal yang  perlu kita lakukan dalam mempersiapkan diri untuk menerima tugas dan tanggung  jawab sebagai komandan kompi atau perwira staf setingkat. Semakin baik kita  mempersiapkan diri semakin baik pula kesempatan kita untuk berhasil.

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

SYARAT GUMIL

a. Persyaratan Umum

1) Memiliki kulaifikasi keguruan/kepelatihan.

2) Memiliki pengalam tugas lapangan dan Staf.

3) Memiliki latar belakang yang memadai, dalam arti paling sedikit harus memiliki sertifikat setingkat dengan lulusan Lembaga Pendidikan tempat tugasnya.

4) Memilikipengetahuan keguruan dan kependidikan.

5) Berpengalaman cukup dalam tugas-tugas tertentu atau mempunyai masa dinas yang dapat dianggap cukup menurut ketentuan Binpers.

6) Memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengembangkan pengetahuan kepada orang lain.

7) Memiliki kemampuan mentransformasikan pengetahuan kepada orang lain.

8) Memiliki penampilan yang baik.

9) Memiliki prestasi pendidikan dalam kelompok terbaik. b.

Persyaratan Khusus:

1) Gadik Pengajar.

a) Memiliki apresiasi terhada pengetahuan dalam  bidang pertahanan.

b) Memiliki penguasaan dalam amteri ajaran yang diajarkan.

2) Gadik Instruktur:

a) Menguasai materi keterampilanyang diberikan dan     dilatihkan.

b) Mampu memberi contoh pelaksanaan keterampilan yang dilatihkan.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Fungsi Gumil

a. Sebagai Fasilitator, menyiapkan dan menyajikan sumber sesuai kebutuhan.

b. Sebagai Komunikator, mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada Peserta didik.

c. Sebagai Inovator, Berperan serta dam=lam pengembangan dan pembaharuan proses belajar mengajar.

d. Sebagai Dinamisator, mengaktifkan dan mengembangkan motivasi belajar Peserta didik. e. Sebagai Evaluator, mengevaluasi hasil belajar Peserta didik, mengembangkan teknik evaluasi dan mengevaluasi pencapaian tujuan belajar baik efektif, kognitif maupun psikomotorik.

f. Sebagai pelatih, memberikan dan mengembangkan keterampilan atau kemampuan kesemaptaan jasmani Peserta didik. g. Sebagai Pembimbing dan Pengasuh, membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi peserta didik.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

GURU MILITER



a.	Gumil TNI AD bertugas memberikan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan
serta  memberikan bimbingan dan Pengasuhan kepada Peserta didik sesuai dengan 
lingkup penugasan yang dibebankan kepadanya oleh Lemdik.

b.	Gumil TNI AD berkewajiban :
	1) Meyiapkan persiapan mengajar dan kelengkapan pengajaran.
	2) Melaksanakan kegiatan mengajar/melatih.
	3) Mengadakan evaluasi.
	4) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
	5) Menguasai bidang pengetahuan dan keterampilan.
	6) Meningkatkan metoda dan teknik penyajian.
	7) Memelihara disiplin, serta memiliki kepribadian yang patut untuk diteladani.
	8) Membeikan bimbingan bagi para Peserta didik yang mengalami kesulitan 
             belajar atas permintaan Dan Satdik.
Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN MILITER

Pendidikan sebagai salah satu fungsi organik militer Angkatan Darat, berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia Prajurit Angkatan Darat agar memiliki kriteria profesional. Pembinaan pendidikan sangat berpengaruh langsung terhadap pengisian personel yang dibutuhkan oleh seluruh organisasi di jajaran Angkatan Darat dalam rangka menunjang kelancaran pencapaian tugas pokok Angkatan Darat.
Kemampuan personel yang mengawaki organisasi di jajaran Angkatan Darat, sangat ditentukan oleh kualitas keluaran hasil didik dari setiap lembaga pendidikan sesuai persyaratan kebutuhan kemampuan yang diperlukan oleh bagian-bagian organisasi yang ada di jajaran Angkatan Darat. Mengingat sangat penting dan dominannya peran lembaga pendidikan dalam membentuk sumber daya manusia di lingkungan Angkatan Darat, maka dalam penyelenggaraan pendidikannya harus disiapkan dan dibina secara benar dan tepat sesuai kebutuhan aspek pendidikan yang meliputi pola dan struktur, komponen, penyelenggaraan, lingkungan, validasi dan pengembangan pendidikan.
Mengacu kepada postur TNI AD yang profesional, efektif, efisien dan modern, maka pendidikan sebagai salah satu fungsi organik militer TNI AD, berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia agar memiliki kemampuan yang profesional dan memenuhi aspek fungsional dalam pengisian personel yang dibutuhkan oleh seluruh organisasi di jajaran TNI AD serta memiliki jati diri TNI dalam rangka pencapaian tugas pokok TNI AD.
Dalam melaksanakan fungsi sebagai kekuatan pertahanan, pendidikan TNI AD berperan membentuk dan mengembangkan Peserta Didik, sehingga memiliki jiwa juang yang berdasarkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan serta memiliki kesegaran jasmani dalam rangka ikut menjamin kelestarian kemerdekaan, kedaulatan serta integritas bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia terhadap ancaman dalam berbagai bentuk dan perwujudan baik dari dalam maupun luar negeri.

PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN TNI AD
Pendidikan TNI AD sebagai salah satu sistem dalam pembinaan personel TNI AD juga berfungsi menunjang sistem pertahanan negara khususnya dan sistem tata kehidupan nasional pada umumnya. Adapun fungsi utama pendidikan TNI AD dalam sistem pembinaan prajurit TNI AD adalah meningkatkan potensi calon Prajurit dan Prajurit TNI AD agar memiliki semangat juang yang dijiwai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, ilmu pengetahuan dan keterampilan serta kesemaptaan jasmani yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas-tugas TNI AD.
Hakekat Pendidikan TNI AD adalah usaha sadar untuk membentuk dan mengembangkan personel TNI AD agar memiliki jiwa kejuangan yang tangguh dan kemampuan profesionalisme yang tinggi dalam melaksanakan tugas-tugas TNI AD. Untuk itu upaya pendidikan dilingkungan TNI AD harus senantiasa mengarah kepada terwujudnya keseimbangan antara jiwa juang dengan kemampuan profesi.
Sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan, maka ditentukan konsepsi dasar penyelenggaraan pendidikan TNI AD yang meliputi kebijaksanaan, strategi dan penyelenggaraan pendidikan. Salah satu pokok kebijakan tersebut diantaranya adalah meningkatkan kualitas sumber daya Prajurit TNI AD, yakni meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan, didukung oleh kondisi jasmani yang prima serta dilandasi jiwa juang yang pantang menyerah. Upaya ini dilaksanakan melalui pemantapan kinerja lemdik, kajian terhadap kurikulum, tenaga pendidik dan bahan ajaran serta pemberdayaan lembaga pendukung lainnya, khususnya yang menyangkut komponen pendidikan.
Tujuan Pendidikan adalah rumusan untuk menentukan macam keluaran bagaimana yang diharapkan pendidikan tersebut, kemudian diformulasikan kedalam kalimat yang sederhana dan jelas serta dapat dijangkau oleh kegiatan pendidikan. Formulasi ini harus mencakup semua aspek yang diharapkan setiap pendidikan dilingkungan pendidikan meliputi : aspek sikap dan perilaku, aspek pengetahuan dan keterampilan serta aspek jasmani. Tinjauan untuk menentukan formulasi tujuan pendidikan ini meliputi :
(1) Jenis pendidikan yang akan dilaksanakan, yaitu titik berat sifat pendidikan apakah bersifat pemberian awal kemampuan atau pengembangan kemampuan.(2) Kualifikasi keluaran pendidikan, yaitu titik berat tingkat kemampuan yang dicapai setelah pendidikan dari ketiga aspek baik aspek sikap dan perilaku, aspek pengetahuan dan keterampilan ataupun aspek jasmani. Formulasi tujuan pendidikan ini pada dasarnya merinci rumusan tujuan pendidikan yang telah ditentukan dalam Bujukmin tentang Pokok-pokok Pembinaan Kurikulum Pendidikan TNI AD khususnya tentang tujuan pendidikan pada setiap jenis pendidikan.
Contoh : Penentuan tujuan pendidikan Susgumil.
(1) Jenis pendidikan Susgumil adalah : Dikbangspes.(2) Rumusan tujuan Dikbangspes pada pokok-pokok pembinaan kurikulum pendidikan TNI AD, adalah : mengembangkan kemampuan para Perwira Siswa agar memiliki pengetahuan dan keterampilan (spesialisasi/kejuruan/ jabatan dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas Perwira kecabangan dan fungsi sesuai bidangnya) yang berjiwa Sapta Marga serta kondisi jasmani yang samapta.(3) Kualifikasi keluaran pendidikan : Mempunyai kualifikasi kemampuan sebagai Guru Militer TNI AD. Dari ketiga faktor tersebut diatas maka formulasi tujuan pendidikan Susgumil adalah sebagai berikut : “Mengembangkan kemampuan para Perwira Siswa agar memiliki pengetahuan dan keterampilan keguruan yang berjiwa Sapta Marga sebagai Guru Militer serta kondisi jasmani yang samapta”.
Menentukan Tugas-tugas Keluaran Pendidikan. Penentuan tugas-tugas keluaran didasarkan kepada tugas apa yang diemban keluaran pendidikan nantinya, melalui :
a) Jabaran tugas yang didapat dari uraian/analisa jabatan bagi pendidikan Perwira atau SJM bagi pendidikan Tamtama dan Bintara.b) Uraian/analisa jabatan yang didapat melalui pencatatan atau seleksi jabatan dengan memilih mana yang merupakan tugas pokok dan mana yang merupakan tugas sampingan, selanjutnya rumuskan ke dalam urutan tugas dengan mengabaikan tugastugas sampingan yang tidak relevan.
Menentukan Sasaran yang Ingin Dicapai.a) Sasaran yang ingin dicapai merupakan penjabaran dari hasil rumusan kebutuhan kemampuan untuk setiap tugas yang telah ditentukan dalam Tugas-Tugas Keluaran Pendidikan kemudian dipilah ke dalam tiga bidang meliputi : Bidang sikap dan perilaku, bidang pengetahuan dan keterampilan serta bidang jasmani. Dalam menentukan sasaran ini dirinci sedemikian rupa sehingga setiap kemampuan yang harus dimiliki dituntut untuk mampu melaksanakan setiap kemampuan Tugas Keluaran Pendidikan yang telah ditetapkan.
Contoh : Menentukan sasaran yang ingin dicapai pada Dikbangspes Perwira yaitu pada pendidikan Susgumil :(1) Tujuan pendidikan : sebagai Guru Militer(2) Tugas-tugas Keluaran Pendidikan :(a) Melaksanakan tugas sebagai Guru Militer.
(b) Melaksanakan tugas sebagai penyelenggara pendidikan.(3) Sasaran yang ingin dicapai :
(a) Untuk mendukung tugas-tugas Keluaran Pendidikan : Melaksanakan tugas sebagai Guru Militer sasaran yang ingin dicapai dibidang pengetahuan yang harus dimiliki antara lain :- Memiliki pengetahuan ilmu keguruan.- Memiliki pengetahuan ilmu kependidikan.
(b) Untuk mendukung tugas-tugas Keluaran Pendidikan : Melaksanakan tugas menyelenggarakan pendidikan sasaran yang ingin dicapai dibidang pengetahuan yang harus dimiliki antara lain

- Memiliki kemampuan keguruan

- Memiliki memampuan menyelenggarakan pendidikan.

- Memiliki kemampuan mengaplikasikan ilmu keguruan dan ilmu kependidikan.

TEORI TAKSONOMI BLOM
Pada analisis kurikulum (syllabus) sesuai UU Sisdiknas no 20 Tahun 2005 yang dipakai di setiap jenjang persekolahan kita, ternyata merujuk kepada pandangan seorang tokoh pendidikan penganut aliran humanis Benjamin.S.Bloom dan kawan-kawannya. Oleh sebab itu, di Indonesia taksonomi Bloom telah dikenal luas dan paling populer di lingkungan pendidikan.

Tujuan belajar yang dikemukakan oleh Bloom,dkk dirangkum ke dalam tiga-ranah beserta tingkatannya, yang disebut dengan Taksonomi Bloom. Ketiga ranah tersebut adalah Kognitif (Pengetahuan), Psikomotor(Keterampilan) dan Afektif (Sikap). Keterpaduan yang seimbang dari ketiga ranah inilah yang diharapkan dapat membentuk kompetensi seseorang.

Sulipan (2001) menyatakan: kompetensi adalah spesifikasi dari pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki seseorang serta penerapannya di dalam pekerjaan sesuai dengan tuntutan standar yang berlaku. Bloom,dkk, berpendapat bahwa ranah kognitif mempunyai enam tingkatan: Pengetahuan (mengingat,menghafal), Pemahaman (menafsirkan), Aplikasi (menggunakan konsep untuk memecahkan masalah), Analisis (menjabarkan suatu konsep), Sintesis (menggabungkan bagian-bagian konsep menjadi suatu konsep utuh), Evaluasi (membandingkan nilai-nilai, ide, metode, dan sebagainya).
Sedangkan ranah psikomotor, terdiri atas lima tingkatan : Peniruan (menirukan gerak), Penggunaan (menggunakan konsep untuk melakukan gerak), Ketepatan (melakukan gerak dengan benar), Perangkaian (melakukan beberapa gerakan sekaligus dengan benar), Naturalisasi (melakukan gerak secara wajar). Sementara ranah sikap (afektif) terdiri atas lima tingkatan,yaitu: Pengenalan (ingin menerima, sadar akan adanya sesuatu), Merespon (aktif berpartisipasi), Penghargaan (menerima nilai-nilai, setia kepada nilai-nilai tertentu), Pengorganisasian (menghubung-hubungkan nilai-nilai yang dipercayainya), Pengamalan (menjadikan nilai-nilai sebagai bagian dari pola hidupnya).

Permasalahannya sekarang ialah apakah desain kompetensi pendidikan TNI AD sudah sesuai dengan teori Blomm? Seberapa besar kopetensi pendidikan yang diselenggarakan TNI AD?Apakah desain kompetensi Pendidikan TNI AD sudah memenuhi standar kopetensi?

C. ANALISA
Kalaulah taksonomi Bloom telah dipilih sebagai salah satu yang mendasari suatu sistem pendidikan maka uraian ranah kognitif, afektif dan psikomotorik telah cukup jelas diuraikan dari :
- Proses suatu kurikulum pendidikan TNI AD
- Konsepsi dasar penyelenggaraan pendidikan TNI AD yang meliputi kebijaksanaan, strategi dan penyelenggaraan pendidikan. Salah satu pokok kebijakan tersebut diantaranya adalah meningkatkan kualitas sumber daya Prajurit TNI AD, yakni meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan, didukung oleh kondisi jasmani yang prima serta dilandasi jiwa juang yang pantang menyerah.
- Tujuan dan sasaran pendidikan TNI AD
- Hakekat Pendidikan TNI AD
Desain standar kopetensi Pendidikan TNI AD dapat dilihat dari mulai desain indicator(TIK), yaitu pendidikan yang diselenggarakan oleh TNI AD dapat diukur, dievaluasi, dicapai dan dibuktikan melalui katdaldik tingkat operasional yaitu rumusan yang lebih spesifik yang menunjukkan suatu kompetensinya ditunjukkan melalui Tujuan Kurikuler (TK). Desain kompentensi dasar yaitu jabaran standar kopentensi yang harus dikuasai siswa ditunjukkan melalui TIU. Sedangkan standar kompetensi yang merupakan kebulatan 3 aspek yang diharapkan tercapai dari materi adalah tujuan dari setiap jenis pendidikan yang diselenggarakan.

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian deskriptif makalah dan analisa yang disampaikan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :1. Desain kompetensi pendidikan TNI AD sudah sesuai dengan teori Blomm. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan di TNI AD telah memenuhi kopentensi berdasarkan tinjauan teori Blomm.2. Desain kompetensi Pendidikan TNI AD su dah memenuhi standar kopetensi, yang meliputi : standar kopetensi, kompetensi dasar dan indicator.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar